Articles by "Sosok"
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Chania Alfatianda, Finalis Pasanggiri Mojang Jajaka Kuningan tahun 2016 Duta Pariwisata.

Terlahir 23 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 September 1995, Chania Alfatianda atau lebih akrab dipanggil Chania adalah Finalis Pasanggiri Mojang Jajaka Kuningan tahun 2016 Duta Pariwisata.

Chania, Gadis kelahiran Kuningan ini lulusan Universitas Padjajaran jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis) Tahun 2017 sangat menyukai dunia pariwisata khususnya wisata di tanah kelahirannya, Kuningan.

Putri Terbaik BEM Fakultas Pertanian Universitas padjajaran tahun 2014 ini bangga dengan wisata-wisata yang berada di Kuningan, salah satunya adalah desa wisata Cibuntu.Bahkan lajang dari desa Jambar kecamatan Nusaherang ini melakukan penelitian untuk Skripsi dan Jurnal Internasionalnya di desa wisata Cibuntu dengan mengambil judul penelitian 'Dampak Ekowisata dan Agrowisata (EkoAgrowisata) Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan'.

Bagi Karyawati Kantor Pos bagian Pelayanan Loket Korporat atau kerja sama ini, desa wisata Cibuntu, bagi Chania adalah rumah kedua. Bangga rasanya menjadi bagian dari sebuah desa yang luar biasa seperti desa wisata Cibuntu. (Bengpri)
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Maharsi Jahja Penari asal Cibuntu
Korem 063/SGJ menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif. Kamis (30/8/2018). Perlombaan yang diikuti ratusan pelajar yang mewakili Kodim Wilayah Korem 063/SGJ tersebut memperlombakan lomba Tari Kreasi dan melukis.

Salah satu peserta Lomba Maharsi Jahja yang mewakili Kodim 0615 Kuningan merasa bangga bisa mewakili kodim kuningan dalam kategori Tari Tunggal Tradisional, walaupun belum dapat juara dalam kesempatan tahun ini.

Penari asal desa wisata Cibuntu kecamatan Pasawahan ini membawakan Tari Tradisional Jaipong berjudul Gunung Gugat.

"Tahun ini saya belum berkesempatan untuk Juara, ini akan memotivasi saya untuk lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang" Kata Maharsi

Dukungan terhadap Penari kebanggaan Cibuntu itu datang dari kedua orangtuanya yang selalu mendampinginya saat digelarnya lomba. Bahkan dukungan pun datang dari Kepala Desa Cibuntu, H Awam yang juga hadir melihat penampilan warganya dalam ajang ini

H.Awam selaku kuwu cibuntu hadir memberikan support kepada sdri. Maharsi Jahja yang merupakan penari asal Cibuntu yang mewakili Kodim 0615/Kuningan

"Dia masih muda, pastinya Saya akan selalu berikan support untuk anak-anak berbakat seperti Maharsi ini. Apalagi desa kami adalah desa wisata yang selalu menyuguhkan seni dan budaya untuk menyambut wisatawan yang berkunjung.

Kodim 0615 Kuningan dalam lomba ini menyabet Juara 2 untuk kategori TariKelompok dan Juara 2 untuk kategori Melukis. (Bengpri)
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Terlahir 25 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1992, Agus Rohmansah atau yang lebih akrab dipanggil Goezmean adalah Sarjana Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan

Walau dengan tubuh yang tebilang mungil, laki-laki ini dari dulu menyenangi kegiatan petualangan seperti mendaki gunung, hiking, camping dll

Anak pertama dari 3 bersaudara ini, terbilang cukup berpengalaman dalam organisasi. Tercatat beberapa organisasi yang pernah digeluti diantaranya Hima TI FKOM, BEM Uniku, Sekertaris PBK (Paguyuban Barudak Komputer), Sekretaris Pasibu ( Pemuda Situ Burung ), Ketua Summit Tubbies Team Penggiat Alam. Sekarang Agus menjabat sebagai Sekretaris Bidang OKK Partai Nasdem Kuningan.

Sehari-hari kesibukan Agus adalah sebagai guru di SMK Broadcast mengajar Simulasi Digital sesuai bidang ilmu yang diperolehnya dari bangku kuliah.

Tetap semangat hadapi kehidupan dan orang-orangnya Pak Agus, buktikan biar kecil orangnya tapi besar hatinya, besar rejekinya, besar kesuksesannya, besar impiannya. Maju terus ...Pak
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Kegiatan Karya Bhakti yang kita selenggarakan ini adalah sebagai upaya satuan dalam meningkatkan soliditas dan solidaritas Satuan Jajaran Kodim 0615/Kuningan, untuk mensinergikan semua Komponen masyarakat, TNI dan Polri dalam rangka pencapaian Tugas Pokok TNI AD Khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan Pemerintah Daerah. 

Demikian halnya yang dilaksanakan Babinsa Desa desa Mandalajaya dari Koramil 1512/Lebakwangi Kodim 0615/Kuningan Serda Suroso melaksanakan Karya Bhakti dengan melaksanakan perbaikan saluran air yang mampet  Desa Mandalajaya Kec. Lebakwangi  Kab. Kuningan, Jumat (23/3).

Tujuan di selenggarakannya Karya Bhakti ini, yaitu untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang Hijau, Bersih dan Sehat serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara serta terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat. Demikian yang disampaikan Babinsa Mandalajaya Sertu Suroso disela kegiatan.

Menjadi Seorang Babinsa harus berada ditengah-tengah masyarkat serta harus mempu berbaur dengan masyarkat desa binaannya sehingga diharapkan dapat memecahkah permasalah masyarakat yang sedang dihadapi, Selain itu Babinsa merupakan Garda terdepan Satuan Kewilayahan yang langsung berhubungan dengan Masyarakat. Yang di lakukankan Serda Suroso Babinsa Desa Mandalajaya Koramil 15012/Lebakwangi merupakan bukti nyata peran dan tugas Babinsa di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ini tidak saja mampu menjadi wahana menumbuhkan kepedulian dan mempererat tali silaturrahmi di antara kita, tetapi juga perwujudan adanya kebersamaan, persatuan dan kesatuan di antara kita serta merupakan Budaya Bangsa Indonesia yaitu bergotong-royong dengan warga dalam dalam rangka memelihara kebersihan lingkungan sekitar.
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

SEJAK masih duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar Cigintung sampai sekarang kelas VIII SMPN 1 Kuningan, Tirta Citra A.I.P., telah bergelut dengan olahraga beladiri pencak silat sehingga tidak heran banyak prestasi yang telah diraihnya baik kategori laga atau kumite maupun seni TGR. 

Di antaranya, Pesilat Pavorit Padjadjaran Nasional Cup I tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2012, juara pertama sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Remaja Nurmas Cup tingkat Provinsi Jawa Barat & Jawa Tengah tahun 2017, juara pertama seni Jurus Tunggal se-Wilayah III Cirebon dan sebagainya. 

Namun dengan diraihnya banyak prestasi beladiri tersebut, ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 1 Kuningan, tidak membuatnya sombong atau merasa diri paling hebat. Ia justru terus belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus membentuk karakter yang lebih matang. 

Termasuk mengikuti pemilihan Mojang dan Jajaka Remaja yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan yang baginya merupakan sesuatu yang sangat baru. Sehingga di ajang bergengsi tersebut, tujuan utamanya bukan memburu menjadi yang terbaik tetapi uji mental dan keberanian. 

Hal itu dikarenakan gadis cantik yang sempat menyabet penghargaan sebagai calon paskibra (capas) teladan tahun 2016 tersebut, menganggap, pengalaman adalah sesuatu hal yang sangat mahal sehingga tidak bisa diukur dengan materi. Ditambah lagi, harus dihadapkan dengan puluhan peserta lain yang statusnya sudah menjadi siswa di sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). 

“Tujuan akhirnya bukan menjadi pemenang tetapi bagi saya, persaingan pada ajang pemilihan Mojang dan Jajaka kali ini, guna menguji mental dan menambah pengetahuan karena banyak hal baru yang diajarkan sehingga sangat penting sebagai modal dalam menjalani kehidupan ke depan,” tutur Citra sapaan akrab Tirta Citra A.I.P.
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu kembali dikunjungi oleh Bunda Ika Purnama, Jum’at (15/3/2018). Kali pertama istri Eks Bupati Kuningan H Acep Purnama, yang kini Calon Bupati Kuningan Periode 2018-2023 tersebut, berkunjung sekitar setahun lalu dalam rangka Bina Wilayah selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kuningan.

Sebagai pribadi yang dikenal peduli kepada sesama, di desa manapun Ia selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi warga pra sejahtera, terutama warga berkebutuhan khusus, dan para lansia.

Begitu ada sisi menarik dalam kunjungan kali ini. Yaitu ketika Bunda Ika mengunjungi Dusun Manis, Desa Cibulan. Tampak terlihat ada seorang anak memiliki kekurangan fisik. Anak itu diketahui bernama Heru (16). Dari tempat duduknya di kursi roda, Ia seperti senang hati melihat kedatangan Bunda Ika.

Heru, si anak tersebut memang pernah ketemu dengan Bunda Ika setahun lalu ketika Bunda Ika melakukan Bina Wilayah. Kesan baik dari seorang Bunda Ika Acep Purnama membuat Heru tidak bisa melupakannya.

Meski sudah setahun lalu, Bunda Ika pun ternyata masih ingat sosok Heru, yang keseharian hanya bisa duduk di kursi roda karena kekurangan fisiknya. Sambil tersenyum senang, Bunda Ika pun segera menghampiri Heru.

"Heru ya, masih inget bunda??".
Karena tak bisa menjawab dengan kata, Heru hanya tersenyum dengan kedua kaki dan tangannya seolah ingin merangkul Bunda Ika pertanda senang.
"Sini bunda dorong, ke mamah Heru yu sama bunda?,” ujar Bunda Ika, sambil memegang besi pegangan kursi roda.

Bunda Ika dan Heru selayaknya teman akrab yang baru bertemu kembali. Mereka ngobrol dan tertawa sambil Bunda Ika berjalan mendorong kursi roda yang dinaiki Heru. Tiba di depan rumah Heru, Ibunda Heru dan para tetangga kaget. Mereka pun segera menyambut Bunda Ika, lalu saling berjabat tangan. “Ya Allah, ada Ibu Acep (Bunda Ika,red),” ucap Salamah, Ibunda Heru.

Setelah puas ngobatin kangen Heru, Bunda Ika melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah warga lain untuk menengok para lansia yang sedang sakit.AR
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu kembali dikunjungi oleh Bunda Ika Purnama, Jum’at (15/3/2018). Kali pertama istri Eks Bupati Kuningan H Acep Purnama, yang kini Calon Bupati Kuningan Periode 2018-2023 tersebut, berkunjung sekitar setahun lalu dalam rangka Bina Wilayah selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kuningan.

Sebagai pribadi yang dikenal peduli kepada sesama, di desa manapun Ia selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi warga pra sejahtera, terutama warga berkebutuhan khusus, dan para lansia.

Begitu ada sisi menarik dalam kunjungan kali ini. Yaitu ketika Bunda Ika mengunjungi Dusun Manis, Desa Cibulan. Tampak terlihat ada seorang anak memiliki kekurangan fisik. Anak itu diketahui bernama Heru (16). Dari tempat duduknya di kursi roda, Ia seperti senang hati melihat kedatangan Bunda Ika.

Heru, si anak tersebut memang pernah ketemu dengan Bunda Ika setahun lalu ketika Bunda Ika melakukan Bina Wilayah. Kesan baik dari seorang Bunda Ika Acep Purnama membuat Heru tidak bisa melupakannya.

Meski sudah setahun lalu, Bunda Ika pun ternyata masih ingat sosok Heru, yang keseharian hanya bisa duduk di kursi roda karena kekurangan fisiknya. Sambil tersenyum senang, Bunda Ika pun segera menghampiri Heru.

"Heru ya, masih inget bunda??".

Karena tak bisa menjawab dengan kata, Heru hanya tersenyum dengan kedua kaki dan tangannya seolah ingin merangkul Bunda Ika pertanda senang.

"Sini bunda dorong, ke mamah Heru yu sama bunda?,” ujar Bunda Ika, sambil memegang besi pegangan kursi roda.


Bunda Ika dan Heru selayaknya teman akrab yang baru bertemu kembali. Mereka ngobrol dan tertawa sambil Bunda Ika berjalan mendorong kursi roda yang dinaiki Heru. Tiba di depan rumah Heru, Ibunda Heru dan para tetangga kaget. Mereka pun segera menyambut Bunda Ika, lalu saling berjabat tangan. “Ya Allah, ada Ibu Acep (Bunda Ika,red),” ucap Salamah, Ibunda Heru.

Setelah puas ngobatin kangen Heru, Bunda Ika melanjutkan kunjungan ke rumah-rumah warga lain untuk menengok para lansia yang sedang sakit.
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Sebagai pemimpin kepala sekolah harus mampu menjadi tauladan yang dapat di contoh perilaku dan tindakannya. Tentunya apa yang dilakukan oleh Ibu Sri Diyah Mulyani,S.Pd.Ind Kepala MI Pembangunan Mandirancan dapat kita jadikan contoh yang baik untuk diteladani bagi siswa-siswi maupun guru-guru di MI Pembangunan Mandirancan.

Sebagai seorang Kepala Madrasah, Ibu Sri Diyah Mulyani, S.Pd.Ind selalu datang ke sekolah paling pagi. Hampir setiap harinya, beliau selalu sudah berada di sekolah sebelum siswa dan guru datang ke sekolah.

Dan yang lebih mengagumkan setelah masuk ke ruangannya untuk menaruh tas, beliau akan menyambut siswa-siswi di gerbang MI Pembangunan untuk bersalaman. Sambil menyapu halaman sekolah, Ibu Sri Diyah Mulyani, S.Pd.Ind menunggu siswa yang datang untuk bersalaman.

Selain bersalaman dengan murid, para guru yang baru datang pun ikut bersalaman. Bahkan terkadang orangtua siswa pun ikut bersalaman. Disinilah interaksi dan komunikasi terjalin dengan baik, antara Kepala MI Pembangunan dengan siswa, guru dan orang tua.

Apa yang dilakukan Ibu Sri Diyah Mulyani, S.Pd.Ind ini adalah tauladan yang sangat baik bagi dunia pendidikan, khususnya untuk siswa-siswi di MI Pembangunan.(Beng)
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Kembali salah satu mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi (PE) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) bernama Ammar Chania, mengikuti kegiatan yang diberi nama dengan “Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2018” di Universitas Bangka Belitung. Kegiatan yang digelar oleh Forum Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Indonesia tersebut, akan berlangsung selama lima (5) hari dengan peserta dari seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, pada tahun ini saya mengikuti kegiatan “Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2018 yang bertempat di Universitas Bangka Belitung sebagai tuan rumah penyelenggara dari kompetisi tersebut,” kata Ammar Chania saat dimintai keterangannya via telepon, Rabu (07/03/2018).

Dirinya menjelaskan, bahwa dalam kegiatan yang mengusung tema “Menyongsong Indonesia Emas 2045 Melalui Peran Mahasiswa Bidikmisi Dalam Meningkatkan Budaya Nusantara” tersebut, memperlombakan tiga (3) kategori. Ketiga kategori lomba tersebut diantaranya adalah lomba pidato, lomba debat dan lomba cerita inspiratif.

“Karena para peserta hanya diperbolehkan untuk mengikuti satu (1) kategori lomba saja, akhirnya saya memilih untuk mengikuti lomba cerita inspiratif. Dan, Alhamdulillah dari sekian banyak peserta dari seluruh Indonesia yang diambil hanya 30, akhirnya saya lolos proses seleksi naskah dan berhak maju ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Lebih jauh, dirinya berharap, dengan judul naskah “Jangan Tangguhkan Mimpiku”, diharapkan dapat memberikan inspirasi masyarakat khususnya bagi adik-adik yang ingin melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi.

“Bukan hanya juara yang dituju, tetapi tujuannya saya mengikuti kegiatan ini adalah selain mempererat silaturahmi, yaitu semoga cerita yang saya tulis dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat khususnya bagi adik-adik yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi. Cerita perjalanan saya, walaupun lahir dari keluarga yang kurang mampu, tetapi memiliki tekad dan cita-cita untuk menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. Selama ada kemauan dan usaha, Insya Allah akan mempermudah jalan kita, salah satunya dengan beasiswa bidikmisi,” pungkasnya.
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Klikkuningan.com-Sampah bagi sebagian besar orang adalah masalah, namun bagi beberapa orang sampah justru mendatangkan rezeki. Pak Budi adalah salah satu orang yang dapat melihat celah bisnis dari masalah sampah ini.
Berawal dari keprihatinan Budi melihat minimnya tempat sampah dan sulitnya warga di desanya Nanggela kecamatan Mandirancan untuk membuang sampah. Budi menawarkan dirinya untuk mengambil sampah-sampah warga dari rumah ke rumah untuk diangkut dan diolah.
Jasa mengambil dan membuang sampah pak Budi ini ternyata direspon sangat luar biasa oleh warga, karena hanya dengan bayar uang bulanan 17 ribu rupiah setiap bulannya, Budi sudah dapat mengatasi permasalahan warga dalam hal pembuangan sampah ini.

Pendapatan lain tentunya didapat oleh Budi selain dari pemasukan jasa angkut sampah, Budi tentunya mendapatkan hasil dari pengolahan sampah-sampah warga tersebut.
Sebagai pengumpul sampah, Budi menyiapkan lahan untuk melakukan proses pengolahan. Setelah sampah terkumpul, baru dilakukan pengolahan sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. 
Saat ini pengguna jasa Angkut Sampah pak Budi ini sudah lebih dari 250 an KK, bahkan beberapa instansi di wilayah kecamatan Mandirancan seperti Puskesmas pun sudah menggunakan jasa Angkut sampah dari pak Budi ini.
Apa yang dilakukan oleh pak Budi ini dapat dijadikan contoh salah satu peluang bisnis untuk kita, karena sampah pastinya adalah masalah yang sama bagi semua orang. Suksesnya bisnis pak Budi ini tentunya juga tidak lepas dari ketekunan dan kesabaran beliau dalam menjalankan bisnis ini. 

Jangan lihat sekarangnya aja ketika pengguna jasa beliau sudah ratusan orang, tapi proses awal memulai bisnis dari 1-2, puluhan, terus ratusan pelanggan seperti saat ini. Mungkin banyak dari kita yang baru kepikiran model usaha seperti pak Budi ini, sebelumnya mungkin juga kita termasuk yang tidak peduli dengan masalah sampah.

Semoga usahanya tambah maju dan bisa dijadikan contoh buat orang-orang di desa-desa yang lain yang memiliki permasalahan sampah. (Beng)
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Cerdas orang ini pastinya. Itulah penilaian Penulis ketika pertama kali bertemu dan mengenal seseorang yang bernama Ukas Suharfaputra Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Kuningan. Bicaranya selalu berbobot, lugas, cerdas dan yang paling membuat takjub sosoknya yang sederhana dan humanis.

Dosen di Universitas Kuningan Program Studi S-1 Kehutanan ini,  adalah salah satu penggagas berdirinya Forum Jaring Pengaman Umat (JPU) yaitu sebuah forum komunikasi dan aksi. Anggotanya adalah para pihak yg memiliki komitmen sama untuk membantu rakyat di lapisan paling miskin (Rakyat Zona Merah). Siapapun yg memiliki komitmen tersebut bisa bergabung dalam Forum JPU.
Sasaran Utama Forum JPU adalah kaum dhu’afa yg kapasitas produktifnya nyaris “nol”. Mereka adalah kaum “powerless” yg tak lagi mampu memenuhi kebutuhan hayati nya sendiri dan bergantung penuh pada bantuan orang lain. Mereka adalah rakyat yg ada dalam klaster konsep “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.”

"Pake aja Toilet Saya, Mas. Emang ada bedanya Toilet umum sama toilet Kadis", kalimat itu selalu Penulis ingat ketika pada suatu hari ada Tamu yang berkunjung ke DKPP Kuningan dan menanyakan toilet umum. Sederhana kalimat tersebut, tapi bagi Penulis itu menggambarkan sosok beliau yang selalu memandang sama semua orang tanpa membeda-bedakan status sosial dan atribut-atribut yang lainnya.

Selain sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Dr Ukas Suharfaputra juga dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonsia (IPSI) Kuningan. Ukas meniatkan diri untuk menjadi bagian yang mampu mempertahankan tradisi pencak silat secara teguh dan utuh. Dia mengajak untuk meluruskan niat dalam pengabdian di pencak silat, bukan untuk mencari jabatan dan kedudukan. Tetapi menjadikan pengabdian ini sebagai amanah (Sumber : Radarcirebon.com).

Dan semua Chasing Pejabat itu akan terlihat benar-benar lepas ketika dia sudah menjadi dirinya bersama hobbynya, ya itu mungkin istilah Penulis aja. Dr Ukas Suharfaputra itu Rocker loh..., kita akan terkagum-kagum kalau beliau sudah pegang mikrofon dan berjingkrak-jingkrak energik bersama grup band Plat-E nya.
Begitu banyak "Chasing" yang dimiliki oleh seorang yang bernama Ukas Suharfaputra, mungkin tulisan ini tidak mampu untuk membahas detail satu persatu dan mungkin juga Penulis hanya mengenal sedikit "Chasing" dari banyak "Chasing" tersebut. Tapi yang pasti Dr Ukas Suharfaputra mampu berperan disetiap "Chasing" hidupnya dengan baik, di semua tampilan "Chasing" nya beliau tetap dikenal sebagai pribadi yang Sederhana-Cerdas-Berani dan Peduli.

Salam buat Pak Ukas (Beng)

Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Dalam upacara pernikahan adat Sunda, sering digunakan acara penyambutan Pengantin (Mapag Panganten). Dalam acara tersebut, Ki Lengser jadi tokoh utama untuk menyambut besan dari pengantin pria karena umumnya pengantin pria lah yang mendatangi wanita dalam sebuah upacara pernikahan. Ki Lengser kadang tidak sendirian, ia dibantu Si Nini dan barisan penari pria dan wanita.

Aki Lengser atau Ki Lengser adalah salah satu budaya kesenian masyarakat Sunda yang hingga kini masih dilestarikan. Kehadiran Ki Lengser biasanya akan menjadi sosok yang menarik perhatian tamu undangan. 

Cibuntu, sebagai Desa Wisata di Kabupaten Kuningan yang telah banyak mendapatkan penghargaan baik di tingkat Kabupaten, Nasional maupun Internasional, tentunya sudah banyak mendapatkan Kunjungan tamu-tamu dari manapun.


Desa Wisata Cibuntu selalu menyambut tamunya yang datang dengan berbagai atraksi seni dan budaya dan salah satunya adalah dengan sosok Ki Lengser ini untuk menyambut dan mengantar tamu-tamu yang berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu

Dialah Mang Dede, sosok yang selalu memerankan diri menjadi Ki Lengser dalam upacara penyambutan tamu. Jiwa seni yang sangat kental pada dirinya, membuat tamu-tamu sangat senang disambut oleh Dede 'Lengser' ini

Adanya Ki Lengser dalam setiap penyambutan tamu, membuktikan bahwa desa Wisata Cibuntu adalah desa yang selalu menjaga dan menjunjung seni budaya lokal, disamping tentunya didukung dengan keindahan alam desa cibuntu dan keramahan penduduknya.
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Pernah mendengar CMS Sekolahku ??,  CMS Sekolahku merupakan Content Management System dan PPDB Online GRATIS yang dibuat untuk semua jenjang sekolah mulai dari tingkat SD/Sederajat, SMP/Sederajat, SMA/Sederajat, dan Perguruan Tinggi. Pengembangan CMS ini dimulai tahun 2012 yang awalnya merupakan project premium untuk salah satu sekolah di Kabupaten Kuningan, dan pada tahun 2013 mulai dibagikan secara gratis. Sedangkan untuk versi 2.x dimulai tahun 2016 dan masih aktif dimaintenance sampai sekarang.


Anton Sofyan, dialah Software Developer yang mengembangkan CMS Sekolahku. Laki-laki kelahiran Kuningan 31 tahun yang lalu ini bekerja sebagai Software Developer di President University. Anton Sofyan saat ini tinggal di Bekasi. Sudah beristri dan mempunyai anak 1 perempuan yang cantik seperti ibunya .

Bersama TIM SoftDev lainnya mengembangkan sistem informasi yang diberi nama PUISv2 (President University Information System) dimana PUISv2 ini merupakan pembaharuan dari sistem sebelumnya yang sudah usang. Project PUISv2 dibuat menggunakan Go Language, PostgreSQL, Native Javascript dan Ruby. Selain PUISv2 juga ada beberapa project terpisah yang menggunakan PHP dan MySQL.

Seiring dengan semangat Sumpah Pemuda, PT Astra International Tbk mempersembahkan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 bagi generasi muda yang tak kenal lelah memberi manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang: Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Kesehatan, Teknologi dan satu Kelompok yang mewakili lima kategori tersebut.  

Dan berkat mengembangkan CMS Sekolahku, Anton Sofyan terpilih sebagai salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 di Bidang Teknologi, ajang ini tentunya sangat berharga, kita dapat melihat dari tim penilainya adalah nama-nama besar tingkat nasional.


Selamat buat Anton Sofyan, prestasimu membanggakan Programmer-Programmer di Kuningan, dan sebagai sahabat, Penulis yakin dengan kemampuannya Anton Sofyan dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi lainnya yang lebih hebat secara coding dan manfaat buat masyarakat luas.
Maju terus, kawan

Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Bersama Cucu
Elly Wijaya Nursyam adalah Anak ke dua dari 5 bersaudara, lahir di Taluk Kuantan ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten induknya yaitu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau dan besar di Malang Jawa Timur.


Bersama Cucu, Menantu dan Ibunda
Dari pernikahannya yang pertama, dr Elly dikarunia 3 Putra (Putra bungsunya meninggal pada tahun 2005 terkena Leukemia). Beliau menikah lagi pada tahun 2008 dengan suaminya yang sekarang yaitu DR Iman Subasman SSi,  MSi orang asli Kuningan

Bersama Suami Tercinta
Itulah sekilas tentang beliau, Siapapun pasti kagum dengan beliau, Elly Wijaya Nursyam,dr, SpPD, MHKes, MM, FINASIM pemilik RS El-Syifa Kuningan. Kekaguman penulis terhadap sosok dr Elly mungkin tidak akan semuanya dapat tertuang dalam tulisan ini, begitu banyak hal yang 'memaksa' orang untuk menjadi kagum atas setiap langkah yang dilakukan oleh beliau.


Gunung Merapi bersama Keluarga
Umroh bersama Cucu
Kesibukan dan kegiatannya secara profesi sebagai dokter, Salah satu profesi yang banyak orang cita-citakan seseorang sejak kecil, dengan menjadi dokter berarti harus siap bahwa dia tak hanya milik dirinya dan keluarga, tapi juga milik para pasiennya. Waktu bekerjanya tak menentu bergantung pada shift, kadang pagi, tak jarang juga malam hari.


Namun kesibukannya sebagai dokter tidak mengurangi sedikit pun aktivitasnya dalam berbagai kegiatan sosial, siapa yang tidak ingat perhatian dan kepedulian beliau terhadap Tety Darmianti warga Desa Ciporang Kec. Maleber Kab. Kuningan yang bertahun-tahun terbaring tak berdaya di atas ranjang kumuh dengan dipenuh sarang semut dan kecoa, berbagi dengan kaum Dhuafa, anak yatim dan orang-orang yang dalam kesulitan lainnya. Beliau juga adalah salah satu penggerak Jaring Pengaman Umat (JPU) yaitu sebuah forum komunikasi dan aksi. Anggotanya adalah para pihak yg memiliki komitmen sama untuk membantu rakyat di lapisan paling miskin (Rakyat Zona Merah)

Penulis hapal setiap kalimat yang diucapkan beliau ketika ada sesama kita membutuhkan pertolongan
"Saya bantu apa, ya??"
"Apa yang bisa dibantu El-Syifa??"
Luar Biasa 


Bersama Ibunda dan Istri Mbah Marijan
Namun yang lebih membuat kagum penulis adalah dengan begitu luar biasanya kesibukan dr Elli baik dari profesi, kegiatan sosial dan pendidikan. Beliau adalah sosok yang sangat dekat dan sayang dengan keluarganya. Selalu ada waktu khusus yang berkualitas untuk melakukan pertemuan keluarga.

Beliau adalah sosok anak yang berbakti terhadap ibunya, istri yang soleha kepada suaminya, ibu yang membanggakan bagi anak-anaknya  dan nenek yang sangat sayang kepada cucu-cucunya.
Bersama Menantu

Kedekatan sebuah keluarga yang pastinya mampu dijadikan contoh dan teladan bagi keluarga-keluarga yang lain. Kedekatan yang nyata antara ibu dan anak, suami dan istri, nenek dan cucu, mertua dan menantu ditengah kesibukan setiap anggota keluarga yang begitu luar biasa.

Sosok dr Elly adalah contoh nyata sosok yang mampu membagi dirinya, untuk profesinya, untuk pasiennya, untuk sesamanya dan untuk keluarganya. Penulis bisa menggambarkan bahwa beliau adalah sosok yang terbagi dimana-mana, namun setiap bagian mendapatkan sosok utuh dirinya, sosok yang peduli dan sayang terhadap siapapun.

Salam hormat selalu buat beliau dari penulis, teruslah seperti ini adanya, bu dokter.
Salam
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Sosok Lela Bawazier penulis kenal di  Forum Jaring Pengaman Umat (JPU) yaitu sebuah forum komunikasi dan aksi. Anggotanya adalah para pihak yg memiliki komitmen sama untuk membantu rakyat di lapisan paling miskin (Rakyat Zona Merah). Siapapun yg memiliki komitmen tersebut bisa bergabung dalam Forum JPU..

Ummi Lela saat menengok Balita Vikri di RS Sekar Kamulyan Cigugur

Sasaran Utama Forum JPU adalah kaum dhu’afa yg kapasitas produktifnya nyaris “nol”. Mereka adalah kaum “powerless” yg tak lagi mampu memenuhi kebutuhan hayati nya sendiri dan bergantung penuh pada bantuan orang lain. Mereka adalah rakyat yg ada dalam klaster konsep “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.”
Penulis sering mengetahui aktivitas sosial Ummi Lela ini (begitu kebanyakan anggota JPU memanggilnya) dari grup Whatsapp JPU atau beberapa kali chat langsung dengan beliau, dan kekaguman penulis semakin bertambah ketika pada suatu kesempatan bisa bersama Lela Bawazier menengok balita Vikri yang sedang di rawat di RS Sekar Kamulyan Cigugur.


"Vikri bangun, mau mainan mobil-mobilan ga sama Ummi" Sapa Ummi Lela kepada Balita Vikri yang sedang tereletak lemah di ranjang.
"Vikri seumuran dengan Cucu saya, jadi saya tahu mainan yang pastinya dia suka" Lanjut Ummi Lela
"Waduh mulutnya kotor sekali Vikri, ada Cotton Bud ga, sini Ummi bersihin" dengan telaten Ummi lela bersihin mulut Vikri tanpa ada rasa jijik atau sungkan.

Kekaguman kita pasti akan bertambah jika mengetahui bahwa Ummi Lela adalah Perempuan yang menjadi Single Parent bagi kedua anaknya ini tetap aktif diberbagai kegiatan kepedulian terhadap sesama,


Lela Bawazier
Single parent adalah istilah dari orang tua tunggal yang mengayuh biduk rumah tangganya sendiri tanpa pasangan hidup. Entah dia pria ataupun wanita. Rasanya tidak berlebihan bila tulisan kali ini kuberi judul seperti diatas. Single parent hadir bagai manusia super. Super sabar. Super kuat. Super berani. Super telaten. Dan seabrek julukan super lainnya, layak disandangkan pada sosoknya. Hingga jika ia perempuan kita menyebutnya super mom dan Ummi Lela pantas disebut Super Mom.

Bagaimana tidak. Setumpuk tugas dan pekerjaan, yang harusnya dibagi dengan pasangan hidup, harus dikerjakan sendirian. Menjadi ayah, sekaligus menjadi ibu bagi buah hati mereka. Tentu bukan hal yang mudah.
Namun hebatnya tumpukan tugas dan pekerjaan tersebut tetap tidak mengganggu sosok Lela Bawazier dalam beraktivitas di berbagai kegiatan sosial, kepedulian terhadap sesama ini tertanam sejak kecil. Ummi banyak belajar tentang kepedulian dari sosok Almarhum Neneknya. Banyak pelajaran berharga yang Ummi ambil dari sosok sang Nenek hingga membentuk kepribadian Ummi Lela seperti yang sekarang ini, disamping tentunya didikan dari sang Ibu yang sangat luar biasa dan Tante nya. Ibu dan Tantenya mencontohkan sering berjalan mencari tetangga sekitar yang kurang mampu untuk dibantu semampunya dengan maksimal.

Ada kata-kata Ummi Lela yang selalu penulis ingat yaitu "Jangan menunggu kaya untuk bisa membantu sesama, lakukan semampu kita untuk berbuat terhadap sesama kita yang membutuhkan pertolongan"

Karenanya salut untuk perjuangan para single parent. Kehadiran mereka harusnya mampu menjadi cermin bagi siapapun, untuk selalu mempersiapkan diri bila kelak takdir yang sama terjadi pada dirinya. Kepedulian itu masalahnya di niat, setumpuk pekerjaan, masalah, kegiatan toh terbukti tidak menghalangi keinginan untuk peduli terhadap sesama seperti yang di contohkan oleh Ummi Lela Bawazier

Salam
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Orangnya tenang, berwibawa dan selalu mengeluarkan gagasan-gagasan yang luar biasa, itulah sekilas Penulis mengenal sosok Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP

Penulis mengenal beliau karena aktif di Forum Jaring Pengaman Umat (JPU) yaitu sebuah forum komunikasi dan aksi. Anggotanya adalah para pihak yg memiliki komitmen sama untuk membantu rakyat di lapisan paling miskin (Rakyat Zona Merah). Siapapun yg memiliki komitmen tersebut bisa bergabung dalam Forum JPU. Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP aktif berkontribusi dan mendukung kegiatan JPU mewakili dari unsur Pemerintah.
Sasaran Utama Forum JPU adalah kaum dhu’afa yg kapasitas produktifnya nyaris “nol”. Mereka adalah kaum “powerless” yg tak lagi mampu memenuhi kebutuhan hayati nya sendiri dan bergantung penuh pada bantuan orang lain. Mereka adalah rakyat yg ada dalam klaster konsep “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.”
Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP bersama Istri
Pada satu kesempatan mengobrol santai, Penulis menanyakan beberapa hal berkaitan dengan jabatan Staf Ahli Bupati yang diembannya sekarang, sekaligus mengobati rasa ingin tahu Penulis.
"Bagaimana rasanya jadi Staf Ahli Bupati, apa benar kalau jabatan Staf Ahli Bupati itu jabatan buangan atau lebih halusnya jabatan Parkir, Pa??  Penulis mengawali obrolan
Sambil senyum dan dengan gaya khasnya yang tenang,  Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP menjawab santai "Hakekat sebuah jabatan adalah kepercayaan dari pimpinan dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan untuk dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Jabatan adalah sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan suatu tujuan untuk sekedar memperoleh kewibawaan, kekuasaan maupun kesejahteraan"
"Jadi ga ada yang namanya jabatan buangan, tergantung orangnya. Jabatan yang dimiliki mau dimanfaatkan buat mengabdi atau tidak"  Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP melanjutkan.

Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP lahir 57 tahun yang lalu, tepatnya 9 juli 1960. Pendidikan terakhir adalah Magister Pertanian. Mengawali karier sebagai Abdi Negara di Palangkaraya Kalimantan tengah dari Tahun 1985 sampai dengan 1993, selanjutnya mengabdi di Kuningan sampai dengan sekarang Sebelum menjabat Staf Ahli Bupati, jabatan sebelumnya adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM
"Semua Jabatan bagi saya berkesan, dari mulai Staf sd Ess 2 karena setiap jabatan mempunyai kekhasan tersendiri, ada hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi pengkayaan diri" lanjut Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP
"Jadi ketika sekarang menjabat jadi Staf Ahli Bupati, tidak ada sedikit pun perasaan terbuang. Staf Ahli Bupati itu jabatan yang memiliki akses langsung kepada Bupati untuk memberikan masukan, seperti saat ini saya aktif di JPU, pastinya saya juga informasikan kepada Bapak Bupati apa itu JPU, kiprah positifnya dan bagaimana cara pemerintah mendukung kegiatannya" Ir. H. Dodi Nurochmatuddin MP

Sepakat dan setuju sekali Pak, Jabatan bukan sekedar kebanggaan, namun harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pimpinan, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi pada dasarnya bermanfaat atau tidaknya sebuah jabatan dikembalikan lagi kepada orang yang sedang mengemban jabatan tersebut. (Bengpri)
Salam
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
Info tentang kegiatan Posbindu dan PMT Posyandu di desa Nanggela sering sekali diinfokan di klikkuningan.com. Sejak bulan Maret 2017 kegiatan ini mendapat dukungan dari salah satu Pengusaha Muda di Kuningan.Setiap bulannya melalui bidan desa Pengusaha Muda tersebut konsisten mengirimkan Telur, Susu UHT dan beberapa kebutuhan yang lainnya khusus untuk kegiatan Posbindu dan pemberian PMT Posyandu.

 
Aif Sidhik-Pengusaha Muda Kuningan (Sumber Foto : Swa.co.id)
Kegiatan Posbindu adalah kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular secara mandiri dan berkesinambungan.
Kegiatan yang biasanya sering dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan Posbindu di masyarakat ini adalah pemeriksaan fisik, mulai dari urin, darah, berat badan, tinggi badan. Jika ada keluhan maka bisa dirujuk ke Puskesmas

Serah terima yang diwakili salah satu Pegawai
Ketika ditanyakan, siapa Pengusaha Muda yang dimaksud, Bidan Sofi selaku Bidan Desa Nanggela menjelaskan

"Selama ini, beliau tidak mau disebutkan namanya, tapi saya sudah minta ijin untuk menyebutkan namanya kalau ada yang nanya"

"Bukan untuk Riya, tapi untuk memancing Pengusaha yang lainnya untuk peduli Lansia dan PMT Posyandu" Sambung Bidan Sofi

Dari obrolan dengan Bidan Sofi, klikkuningan.com dijelaskan bahwa Pengusaha Muda tersebut adalah Aif Sidhik, Pengusaha Muda asli Kuningan yang bergerak di bisnis peternakan, perhotelan, transportasi, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan juga dealer motor. 
Kegiatan Posbindu desa Nanggela
Besar kecilnya bantuan yang diberikan itu relatif, tapi yang pasti kepedulian sosial yang dicontohkan Aif Sidhik ini kiranya dapat juga dilakukan oleh Pengusaha-Pengusaha muda Kuningan lainnya

Salam
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,
HIDUP ini adalah sama dengan touring, kelezatan bercampur dengan rintangan, tak jarang ego menggoda menemani. Kita perlu menyadari bahwa banyak faktor mempengaruhi saat kita berada di atas motor, bisa soal kondisi motor kita tidak fit, persoalan kita sendiri, teman, klub dan lingkungan sekitar. Tak Cuma itu, “auto pilot” kita yakni mental block soal pemikiran kejadian dijalan.

Maya (Kedua dari Kiri) bersama teman-teman sesama Ladies Biker
Demikian yang terucap dari bibir manis Maya, seorang Ladies Biker yang tergabung dalam Ladies Nmax Riders Kuningan.
Baginya, berpetualang dengan motor memiliki kenikmatan dan tantangan tersendiri. Kerudung syar’i yang melekat dikesehariannya tak menghalanginya untuk jadi ladies biker yang kadang masih punya stigma negatif di sebagian masyarakat.


Jadi diri sendiri adalah motto hidup Maya, kesederhanaan dan ketawaduannya membuatnya menyadari bahwa dia tidaklah sehebat dan semulia KHADIJAH, juga tidak se Taqwa AISYAH, dan tidak setabah FATIMAH, dia hanyalah wanita akhir zaman, yang memiliki cita-cita menjadi..”wanita SOLEHAH”

Maya bersama Komunitas Pengajian Al-Khusna
Dalam menggapai cita-cita tertingginya untuk menjadi “Mar’atu Sholihah” itulah membuatnya menyibukkan diri dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian dan organisasi keagamaan. Disela-sela menggeluti hobi nya menunggangi si”kuda besi”, Maya aktif dipengajian Al-Khusna dan tercatat sebagai aktivis Fatayat NU Kab Kuningan. --Smoga Khusnul Khotimah wahai “Bidadari Syurga”..
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

1. Desa Margabakti Kecamatan Kadugede Kuningan

Desa Margabakti berada di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Pada awalnya, Desa Margabakti bersatu dengan Desa Sindangjawa namun kemudian memutuskan untuk melakukan pemekaran dan memisahkan diri menjadi desa mandiri pada tahun 1984. Asal nama Desa Margabakti sendiri berasal dari kata "marga" yang artinya warga, dan "bakti" yang artinya gotong royong.


Desa Margabakti memiliki luas wilayah 19.800 Ha. Dengan 25 Ha digunakan untuk lahan persawahan, 163,8 Ha untuk perkebunan, dan 0,5 Ha untuk peternakan. Sisanya berupa pemukiman warga dan hutan. Desa Margabakti dibatasi oleh Desa Sindangjawa di sebelah utara, Desa Bunigeulis di sebelah selatan, Desa Windusari dan Desa Kertayuga di sebelah barat, dan Desa Hantara di sebelah timur. Jarak dari desa ke pusat pemerintahan kecamatan yaitu 5 km, ke pusat pemerintahan kota 5 km, jarak ke kota atau ibukota kabupaten 5 km, dan jarak ke ibukota provinsi 121 km.

Desa Margabakti Kecamatan Kadugede Kuningan adalah desa kelahiran Hestya Hemawaty, di desa inilah dia ingin mengabdi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

2. BUMDes

Badan Usaha Milik Desa adalah Lembaga Usaha Desa yang dikelolah oleh Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomi desa dan di bentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.


Badan Usaha Milik Desa, bisa disingkat BUMDes atau BUM Desa, adalah amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. BUM Desa, menurut Pasal 1 angka 6 UU Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Hestya Hemawaty aktif di forum BUMDes kabupaten Kuningan, dan saat ini dia menjadi Bendahara Forum.

3. BUMDes Tangguh Berkarya

Hestya Hemawaty., SE, putri Kepala Desa Margabakti Kecamatan Kadugede yang baru menyelesaikan pendidikan Strata 1 jurusan Akuntansi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Serang Banten. Ingin membangun desa dan untuk langkah awal, memotori mendirikan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan nama Tangguh Berkarya dengan Visi Terwujudnya kesejahteraan masyarakat Desa Margabakti melalui pengembangan usaha ekonomi.

4. Gula Aren Margabakti
Gula aren atau Gula merah adalah pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Gula arena biasanya juga diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan.
Di sekitaran hutan pinus bukit munjul terdapat beberapa pohon aren yang disadap oleh beberapa warga yang kemudian akan dijadikan produk olahan gula aren.


Harapan Hestya Hemawaty adalah menjadikan Gula Aren menjadi potensi andalan dari Desa Margabakti dan dapat dijadikan sumber penghasilan andalan bagi masyarakat desa Margabakti.

5.Bukit Munjul dan Curug Nyandung

Terletak di kaki gunung menjadikan Desa Margabakti memiliki beberapa potensi yang dapat dijadikan objek wisata, salah duanya adalah Bukit Munjul dan Curug Nyandung.
Berbentuk bukit yang langsung menatap ke hamparan persawahan dan hutan yang belum terjamah di kaki gunung, menjadikan Bukit Munjul tempat yang dapat dikunjungi untuk melihat pemandangan sekitar.



Untuk Curug Nyandung sendiri merupakan aliran sungai yang memiliki air terjun kecil di ujungnya. Untuk mencapai tempat ini memang diperlukan tenaga dan niatan yang besar karena jalur yang terjal berbatu dan licin oleh lumpur.